Stone Garden Animal Park Gianyar | Wisata Instagrammable Ramah Anak

Stone Garden Animal Park Gianyar

Stone Garden Animal Park Gianyar menjadi tempat wisata instagramable yang recommended untuk dikunjungi. Tempat wisata ini satu lokasi dengan Twin Hill.

Saat berkunjung ke Twin Hill, Anda bisa berfoto dengan latar belakang atas tebing. Sementara jika di Stone Garden Animal Park, suasananya ceria dan berwarna-warni. Anak-anak pasti suka.

 

Mau ke lokasi cukup cari Solusi Rental Motor Di Bali

 

Lokasi dan Jam Buka Stone Garden Animal Park Gianyar

Tempat wisata Stone Garden Animal Park Gianyar berlokasi di Jalan Pegesanga, Sidan, Bangli. Untuk tiket masuknya terjangkau.

Cukup dengan membayar 18.000 rupiah per orang, Anda sudah bisa menikmati kawasan nan cantik dan eksotis.

Sebagai tempat wisata yang anyar di Pulau Bali, tempat ini cukup ramai oleh wisatawan lokal. Tempat ini akan sangat ramai di hari libur atau di akhir pekan.

Penggemar wisata selfie bisa merencanakan untuk berkunjung ke Twin Hill sekaligus ke Stone Garden Animal Park Gianyar.

Fasilitas yang cukup lengkap tersedia mulai dari parkir kendaraan yang cukup luas, tempat luas untuk kumpul santai, warung yang menyediakan makanan dan minuman, hingga wahana outbond.

Anda bisa berkunjung ke tempat tersebut mulai dari pukul 09.00 hingga pukul 22.00 WITA.

Sejarah Tempat Wisata

Sebelum dibangun menjadi sebuah kawasan tempat wisata, dulunya tempat ini merupakan tambang batu padas.

Tambang batu padas tersebut dijadikan sebagai mata pencaharian dari penduduk lokal.
Namun pada tahun 1990, tempat tersebut mulai terbengkalai dan dibiarkan begitu saja.

Oleh karena itu, pemerintah setempat membangunnya menjadi sebuah kawasan tempat wisata menarik.
Nama tempat wisata ini memang diawali dengan Stone karena dulunya objek wisata ini merupakan kawasan tambang batu.

Tangan-tangan kreatif dari penduduk Bali membuat tempat ini menjadi lebih bermanfaat. Dengan pengemasan super menarik, maka beragam spot selfie bisa dinikmati. Ini menjadi sebuah tempat wisata yang wajib dikunjungi selama berkunjung ke Denpasar.

Tempat kekinian ini tidak hanya ideal untuk para orang dewasa saja. Namun, tempat wisata ini juga sangat ramah anak. Ada berbagai macam binatang yang pasti disukai oleh anak-anak. Contohnya saja kelinci, ular, buaya, dan hamster.

 

Aktifitas Menarik di Stone Garden Animal Park

Banyak sekali aktifitas menarik yang bisa Anda lakukan di Stone Garden Animal Park. Mau tahu apa saja aktifitas menarik disana?

1. Berfoto selfie

Aktifitas paling seru selama berkunjung di tempat ini adalah berfoto selfie. Banyak sekali spot selfie yang bisa Anda kunjungi. Tempat selfie paling laris adalah Chu Pat Kay.

Ada sosok manusia babi dibangun secara apik dengan perutnya yang tambun di sana. Pojok selfie lain yang bisa dikunjungi adalah lorong dengan ban mobil bercorak warna-warni.

Tempat ini sengaja ditata dengan sebaik mungkin untuk menarik para wisatawan. Tempat selfie menarik lain yang bisa digunakan untuk berfoto selfie adalah Rumah Hobbit.

 

2. Bersantai di Gazebo

Tidak hanya spot selfie yang tersedia di Stone Garden Animal Park. Pengelola juga menyediakan gazebo-gazebo yang sangat pas digunakan untuk bersantai.

Anda bisa menikmati makanan dengan menu bervariasi sambil bersantai sejenak di gazebo-gazebo yang tersedia.

 

3. Berkunjung ke kebun binatang

Rupanya, kawasan wisata ini juga memiliki kebun binatang dengan aneka satwa cukup lengkap.
Binatang-binatang yang bisa ditemukan di kawasan tersebut antara lain Monyet, buaya, dan biawak.

Ini menjadikan kawasan wisata ini bisa ramah untuk anak. Anak kecil bisa mempelajari kehidupan para binatang.
Dengan mengenal binatang lebih dekat sedari kecil, anak-anak akan lebih mencintai binatang dan tidak bersikap semena-mena terhadap binatang.

 

Baca juga:

 

4. Fasilitas sofa bed untuk bersantai dan berfoto

Anda bisa menikmati fasilitas sofa bed untuk bersantai layaknya di pinggir pantai. Tempat ini akan lebih indah dinikmati di malah hari karena ada lampion-lampion cantik disana.

Anda bisa menghabiskan waktu dengan orang-orang tercinta dan tersayang di tempat tersebut.
Untuk mencapai tempat ini aksesnya cukup mudah.

Jika ditempuh dari pusat kota Denpasar, ini akan memakan jarak kurang lebih 52 km. Namun jika Anda menempuhnya dari Bangli, jarak yang harus ditempuh hanyalah 10 km saja.

Dari Denpasar, Anda bisa menuju arah Gianyar. Sekitar 5 km dari Gianyar Anda akan menemukan pertigaan Bangli.

Beloklah ke arah kiri dengan jarak 2 km. Setelah itu, Anda akan sampai di lokasi. Jika masih bingung, gunakan saja Google Maps untuk memudahkan.

Stone Garden Animal Park Gianyar bisa dijadikan tempat wisata menarik di Bali. Datanglah dan berkunjung bersama keluarga dan sahabat tercinta.

Tempat wisata super instagrammable ini pasti akan memberikan memori tidak terlupakan selama berlibur di Bali.

Stone Garden Animal Park Gianyar Bali

Ini Dia Fakta Unik Nama dan Kasta Warga Bali

Ini Dia Fakta Unik Nama dan Kasta Warga Bali

Nama dan kasta warga Bali begitu unik. Yuk simak ulasannya berikut ini.

Pulau Bali merupakan salah satu pulau paling populer di Indonesia. Kemahsyurannya bahkan terkenal hingga ke mancanegara. Karena keindahan tempat wisatanya, pulau ini selalu jadi idola para wisatawan untuk berlibur.

Siapa yang tidak terkesima dengan keindahan pantai di Bali. Lautan yang biru, pasir yang membentang luar, serta indahnya pemandangan di sekitar. Tak heran jika banyak wisatawan baik domestik maupun mancanegara rela menghabiskan waktunya di Pulau Dewata.

Selain kaya akan tempat wisata menarik, Bali juga memiliki budaya yang bisa dibilang unik. Mulai dari nama-nama penduduknya yang sangat khas hingga adanya kasta-kasta yang membedakan tingkatan.

Tingkatan Kasta di Bali dan Nama-nama Uniknya

Sistem kasta adalah sebuah warisan turun temurun dari para leluhur di Bali. Hingga sekarang, tradisi ini masih diteruskan. Sistem kasta dalam kemasyarakatan di Pulau Dewata memiliki pembagian yang sudah diatur. Masing-masing kasta memiliki berbagai macam ciri tersendiri yang membedakan dengan kasta lain.

Warga Bali memang didominasi dengan penganut agama Hindu. Secara sederhana, terdapat empat tingkatan kasta di Bali. Keempatnya adalah Brahmana, Ksatria, Wesia, dan Sudra. Masing-masing kasta memiliki nama-nama unik yang melekat secara turun dan membedakan dengan nama pada kasta lain.
Untuk mengetahui secara lebih detail, berikut penjelasan selengkapnya.

1. Kasta Brahmana

Di dalam tingkatan kasta masyarakat Bali, Brahmana menempati urutan tertinggi. Orang-orang yang memiliki kasta ini bukanlah orang-orang sembarangan. Mereka datang dari kalangan pemuka agama. Atau, setidaknya mereka adalah bagian dari keluarga para pemuka agama.

Mereka yang memiliki kasta Brahmana tinggal di sebuah rumah khusus. Tempat tinggal itu dinamakan dengan sebutan Griya. Nantinya, Griya atau bangunan rumah tinggal mereka akan diturunkan kepada keturunannya.

Pada kasta ini, mereka memiliki sisya. Sisya-sisya merupakan orang-orang yang akan memperhatikan kesejahteraan pada pendeta Brahmana. Namun ketika jaman sudah berubah seperti sekarang ini, tidak semua orang yang memiliki kasta Brahmana merupakan pemuka agama.

Tidak sedikit dari mereka memiliki profesi pada bidang lain. Meskipun demikian, orang-orang tersebut masih memiliki keistimewaan tersendiri. Mereka masih berhak untuk tinggal di sebuah Griya.

Dalam kasta Brahmana, nama yang digunakan untuk anak laki-laki diawali dengan Ida Bagus. Sedangkan untuk nama anak perempuan, nama akan diawali dengan Ida Ayu atau bisa juga dengan Dayu.

2. Kasta Ksatria

Urutan kasta berikutnya setelah Brahmana adalah Kasta Ksatria. Mereka datang dari kaum bangsawan dan merupakan anggota keluarga kerajaan. Jika Brahmana tinggal di sebuah Griya, maka Ksatria tinggal pada lokasi sekitar puri dekat dengan tempat leluhur mereka.

Di jaman yang sudah maju seperti sekarang, tidak semua orang dalam kasta Ksatria tinggal di puri dan bekerja di bidang pemerintahan. Banyak dari mereka tinggal di kota bahkan di luar negeri. Pekerjaannya juga sangat bervariasi.

Nama-nama yang digunakan dalam kasta Ksatria untuk anak laki-laki adalah Anak Agung, Agung, dan Dewa. Sedangkan untuk anak perempuan adalah Anak Agung, Agung, Dewi , dan Dewayu.

Selain nama-nama awal tersebut, kasta Ksatria juga memiliki nama yang biasa digunakan sebagai nama tengah.

a. Oka untuk anak bungsu
b. Anom artinya perempuan muda
c. Ngurah berarti seseorang yang berwenang
d. Raka berarti saudara laki-laki/ perempuan paling tua
e. Rai berarti saudara perempuan/ laki –laki paling muda.

3. Kasta Waisya

Kasta tingkat ketiga dalam tradisi masyarakat Bali adalah kasta Waisya. Mereka yang berada pada tingkatan ini berprofesi sebagai pedagang maupun bekerja di bidang industri. Jika dalam sebuah kerajaan, kasta Waisya adalah para prajurit. Mereka merupakan abdi dan kepercayaan dari Raja. Tempat tinggalnya bernama Jero.

Dalam kasta Waisya, nama yang bisa digunakan untuk laki-laki adalah Dewa sedangkan untuk perempuan adalah Desak. Bisa pula menggunakan nama Gusti (tuan) dan ini berlaku baik untuk laki-laki maupun perempuan. Tak jarang pula mereka menggunakan nama Sang, Kompyang, Si, dan Ngakan. Namun, nama-nama tersebut kian jarang digunakan seiring terjadinya asimilasi.

4. Kasta Sudra

Kasta Sudra adalah kasta paling bawah dalam masyarakat Bali. Ini merupakan kasta terbanyak pada masyarakat Bali mencapai 90% dari seluruh penduduk. Dulunya, mereka yang berada dalam tingkatan kasta ini adalah para petani.

Sebenarnya, tidak ada nama unik yang digunakan dalam kasta Sudra. Namun, beberapa nama yang sering digunakan adalah sebagai berikut:

a. Anak pertama laki-laki : Gede,Wayan,Putu
b. Anak pertama perempuan : Iluh, Wayan, Putu
c. Anak kedua untuk laki-laki maupun perempuan: Nengah, Made, Kadek
d. Anak ketiga laki-laki maupun perempuan : Komang, Nyoman
e. Anak keempat laki-laki/ perempuan: Ketut

Jika dalam kasta ini memiliki anak kelima, maka namanya bisa sama dengan nama anak pertama. Mereka harus menggunakan sor singgih jika berbicara dengan kasta yang lebih tinggi. Tempat tinggal kasta Sudra dinamakan dengan Umah.

Pemberian Nama Berdasarkan Urutan Lahir dan Jenis Kelamin

Selain menggunakan nama-nama yang berdasarkan dengan tingkatan kasta, masyarakat Bali juga menggunakan nama didasarkan dengan urutan lahir dan jenis kelamin anak. Faktor jenis kelamin bisa mempengaruhi nama dari masing-masing orang.

Untuk awalan nama I dipakai untuk bayi laki-laki. Contohnya saja I Dewa dan I Gede. Sedangkan untuk bayi perempuan diawali dengan kata Ni. Pada kasta tingkatan Sudra, mereka biasanya menamakan anak perempuan dengan Luh atau Ayu.

Tidak hanya berdasarkan jenis kelamin saja, namun pemberian nama juga didasarkan pada urutan lahir si anak. Anda bisa memperhatikan penjelasan tentang nama-nama yang dipakai pada kasta Sudra di atas. Masing-masing anak pertama, kedua, ketiga, maupun keempat memiliki nama khas tersendiri.

Sungguh unik bukan? Budaya tersebut terus dilestarikan hingga sekarang. Anda bahkan akan menemukan nama-nama tersebut masih melekat pada nama penduduk Bali. Jika ada teman atau kenalan dengan diawali nama-nama di atas, bisa dipastikan bahwa mereka adalah penduduk asli dari pulau Bali. Menarik sekali kan?

Nama dan Kasta Warga Bali