Ini Dia Fakta Unik Nama dan Kasta Warga Bali

Ini Dia Fakta Unik Nama dan Kasta Warga Bali

Nama dan kasta warga Bali begitu unik. Yuk simak ulasannya berikut ini.

Pulau Bali merupakan salah satu pulau paling populer di Indonesia. Kemahsyurannya bahkan terkenal hingga ke mancanegara. Karena keindahan tempat wisatanya, pulau ini selalu jadi idola para wisatawan untuk berlibur.

Siapa yang tidak terkesima dengan keindahan pantai di Bali. Lautan yang biru, pasir yang membentang luar, serta indahnya pemandangan di sekitar. Tak heran jika banyak wisatawan baik domestik maupun mancanegara rela menghabiskan waktunya di Pulau Dewata.

Selain kaya akan tempat wisata menarik, Bali juga memiliki budaya yang bisa dibilang unik. Mulai dari nama-nama penduduknya yang sangat khas hingga adanya kasta-kasta yang membedakan tingkatan.

Tingkatan Kasta di Bali dan Nama-nama Uniknya

Sistem kasta adalah sebuah warisan turun temurun dari para leluhur di Bali. Hingga sekarang, tradisi ini masih diteruskan. Sistem kasta dalam kemasyarakatan di Pulau Dewata memiliki pembagian yang sudah diatur. Masing-masing kasta memiliki berbagai macam ciri tersendiri yang membedakan dengan kasta lain.

Warga Bali memang didominasi dengan penganut agama Hindu. Secara sederhana, terdapat empat tingkatan kasta di Bali. Keempatnya adalah Brahmana, Ksatria, Wesia, dan Sudra. Masing-masing kasta memiliki nama-nama unik yang melekat secara turun dan membedakan dengan nama pada kasta lain.
Untuk mengetahui secara lebih detail, berikut penjelasan selengkapnya.

1. Kasta Brahmana

Di dalam tingkatan kasta masyarakat Bali, Brahmana menempati urutan tertinggi. Orang-orang yang memiliki kasta ini bukanlah orang-orang sembarangan. Mereka datang dari kalangan pemuka agama. Atau, setidaknya mereka adalah bagian dari keluarga para pemuka agama.

Mereka yang memiliki kasta Brahmana tinggal di sebuah rumah khusus. Tempat tinggal itu dinamakan dengan sebutan Griya. Nantinya, Griya atau bangunan rumah tinggal mereka akan diturunkan kepada keturunannya.

Pada kasta ini, mereka memiliki sisya. Sisya-sisya merupakan orang-orang yang akan memperhatikan kesejahteraan pada pendeta Brahmana. Namun ketika jaman sudah berubah seperti sekarang ini, tidak semua orang yang memiliki kasta Brahmana merupakan pemuka agama.

Tidak sedikit dari mereka memiliki profesi pada bidang lain. Meskipun demikian, orang-orang tersebut masih memiliki keistimewaan tersendiri. Mereka masih berhak untuk tinggal di sebuah Griya.

Dalam kasta Brahmana, nama yang digunakan untuk anak laki-laki diawali dengan Ida Bagus. Sedangkan untuk nama anak perempuan, nama akan diawali dengan Ida Ayu atau bisa juga dengan Dayu.

2. Kasta Ksatria

Urutan kasta berikutnya setelah Brahmana adalah Kasta Ksatria. Mereka datang dari kaum bangsawan dan merupakan anggota keluarga kerajaan. Jika Brahmana tinggal di sebuah Griya, maka Ksatria tinggal pada lokasi sekitar puri dekat dengan tempat leluhur mereka.

Di jaman yang sudah maju seperti sekarang, tidak semua orang dalam kasta Ksatria tinggal di puri dan bekerja di bidang pemerintahan. Banyak dari mereka tinggal di kota bahkan di luar negeri. Pekerjaannya juga sangat bervariasi.

Nama-nama yang digunakan dalam kasta Ksatria untuk anak laki-laki adalah Anak Agung, Agung, dan Dewa. Sedangkan untuk anak perempuan adalah Anak Agung, Agung, Dewi , dan Dewayu.

Selain nama-nama awal tersebut, kasta Ksatria juga memiliki nama yang biasa digunakan sebagai nama tengah.

a. Oka untuk anak bungsu
b. Anom artinya perempuan muda
c. Ngurah berarti seseorang yang berwenang
d. Raka berarti saudara laki-laki/ perempuan paling tua
e. Rai berarti saudara perempuan/ laki –laki paling muda.

3. Kasta Waisya

Kasta tingkat ketiga dalam tradisi masyarakat Bali adalah kasta Waisya. Mereka yang berada pada tingkatan ini berprofesi sebagai pedagang maupun bekerja di bidang industri. Jika dalam sebuah kerajaan, kasta Waisya adalah para prajurit. Mereka merupakan abdi dan kepercayaan dari Raja. Tempat tinggalnya bernama Jero.

Dalam kasta Waisya, nama yang bisa digunakan untuk laki-laki adalah Dewa sedangkan untuk perempuan adalah Desak. Bisa pula menggunakan nama Gusti (tuan) dan ini berlaku baik untuk laki-laki maupun perempuan. Tak jarang pula mereka menggunakan nama Sang, Kompyang, Si, dan Ngakan. Namun, nama-nama tersebut kian jarang digunakan seiring terjadinya asimilasi.

4. Kasta Sudra

Kasta Sudra adalah kasta paling bawah dalam masyarakat Bali. Ini merupakan kasta terbanyak pada masyarakat Bali mencapai 90% dari seluruh penduduk. Dulunya, mereka yang berada dalam tingkatan kasta ini adalah para petani.

Sebenarnya, tidak ada nama unik yang digunakan dalam kasta Sudra. Namun, beberapa nama yang sering digunakan adalah sebagai berikut:

a. Anak pertama laki-laki : Gede,Wayan,Putu
b. Anak pertama perempuan : Iluh, Wayan, Putu
c. Anak kedua untuk laki-laki maupun perempuan: Nengah, Made, Kadek
d. Anak ketiga laki-laki maupun perempuan : Komang, Nyoman
e. Anak keempat laki-laki/ perempuan: Ketut

Jika dalam kasta ini memiliki anak kelima, maka namanya bisa sama dengan nama anak pertama. Mereka harus menggunakan sor singgih jika berbicara dengan kasta yang lebih tinggi. Tempat tinggal kasta Sudra dinamakan dengan Umah.

Pemberian Nama Berdasarkan Urutan Lahir dan Jenis Kelamin

Selain menggunakan nama-nama yang berdasarkan dengan tingkatan kasta, masyarakat Bali juga menggunakan nama didasarkan dengan urutan lahir dan jenis kelamin anak. Faktor jenis kelamin bisa mempengaruhi nama dari masing-masing orang.

Untuk awalan nama I dipakai untuk bayi laki-laki. Contohnya saja I Dewa dan I Gede. Sedangkan untuk bayi perempuan diawali dengan kata Ni. Pada kasta tingkatan Sudra, mereka biasanya menamakan anak perempuan dengan Luh atau Ayu.

Tidak hanya berdasarkan jenis kelamin saja, namun pemberian nama juga didasarkan pada urutan lahir si anak. Anda bisa memperhatikan penjelasan tentang nama-nama yang dipakai pada kasta Sudra di atas. Masing-masing anak pertama, kedua, ketiga, maupun keempat memiliki nama khas tersendiri.

Sungguh unik bukan? Budaya tersebut terus dilestarikan hingga sekarang. Anda bahkan akan menemukan nama-nama tersebut masih melekat pada nama penduduk Bali. Jika ada teman atau kenalan dengan diawali nama-nama di atas, bisa dipastikan bahwa mereka adalah penduduk asli dari pulau Bali. Menarik sekali kan?

Nama dan Kasta Warga Bali